tulisan berjalan

Selamat datang di blog resmi PB MATTHEW JAYA JAKARTA "Home laskar Matthew jaya" support by Bulutangkis.com , Zee the bone body builder milk , Cometa arena , Bandengan sport arena , Duta mas sport Arena , team appreal Astec , Flypower and Victor. MATTHEW JAYA member of PBSI west jakarta . Terima kasih atas kunjungannya dan ditunggu kembali kunjungannya . GBU

Jumat, April 26, 2013

Manfaat Kompres Dingin dan Panas Saat Cedera

Cedera sering terjadi pada saat Berolahraga dan Latihan. Pertolongan pertama yang sering dilakukan adalah Memberikan kompres es atau panas pada bagian yang cedera. Tapi banyak orang kebingungan tentang kapan untuk menggunakan kompres es atau panas pada cedera. Pengobatan yang tepat akan mempercepat proses penyembuhan dan membebaskan Anda dari rasa sakit.

Kita perlu memahami mekanisme di balik pengobatan ini dan bagaimana cara kerjanya. Kapan kompres es dan panas diterapkan? Bagaimana caranya membantu mengurangi rasa sakit? Artikel ini akan membantu Anda menyelesaikan kebingungan Anda dan membuat anda memahami kapan Anda harus menggunakan es atau panas pada cedera tertentu.


Kapan Kompres Panas Digunakan ?

Jantung kita terus memompa darah ke seluruh bagian tubuh, memasok nutrisi dan oksigen. Jika Anda mengalami cedera, maka tubuh secara normal akan mensuplai darah tambahan dan nutrisi ke bagian yang cedera, untuk melawan antibodi dan melakukan proses penyembuhan alami. Terapi panas mensimulasikan pembuluh darah dan membantu pembuluh darah terbuka lebih luas untuk meningkatkan sirkulasi darah di bagian cedera. Yang pada akhirnya mempercepat proses penyembuhan Anda.

Anda juga dapat menggunakan kompres panas pada kondisi kronis, tepat sebelum melakukan kegiatan fisik. Panas membuat otot-otot rileks dan kendur. Sebelum memberikan terapi panas, pastikan panas yang diberikan tidak terlalu panas, atau hanya mengenai bagian yang cedera saja. Perlu diperhatikan untuk tidak menggunakannya selama berjam-jam, karena membuat Anda merasa kaku.


Kapan Kompres Es Digunakan ?

Kompres es bekerja berlawanan dengan kompres panas. Kompres es biasanya diterapkan pada cedera tiba-tiba atau akut, hal ini disebabkan es membantu dalam mengurangi pembengkakan atau perdarahan, jika ada. Kompres es membatasi aliran darah di daerah cedera dan menyebabkan mati rasa dan yang paling penting adalah mengurangi rasa sakit Anda. Es juga membantu tubuh untuk fokus menjaga kecepatan yang stabil dalam proses penyembuhan.

Oleh karena itu, pengobatan es efektif untuk mengobati keseleo atau memar dengan sendikit pendarahan, dan mengurangi pembengkakan dan nyeri. Jangan gunakan es batu langsung pada luka, gunakan kompres es, atau menempatkan beberapa es batu dalam kantong plastik, atau bungkus dengan handuk dan menerapkannya pada daerah cedera. Setelah mengkompres luka dengan es, periksalah perubahan warna kulit. Jika ternyata berwarna pink cerah, hentikan penggunaan kompres es. Kompres es juga membantu mengobati luka bakar kulit dan jerawat.


Es dan panas bekerja secara berbeda untuk setiap cedera atau peradangan. Namun, keduanya membantu dalam pemulihan. Menggunakan es atau panas di daerah yang cedera bukan solusi jangka panjang, itu hanya cara untuk mengurangi rasa sakit dan luka-luka pada jangka pendek. Anda perlu pergi ke dokter untuk mencari pengobatan yang tepat bila rasa sakit masih berkepanjangan.

Bulutangkis Sebagai Hobi dan Prestasi

Tidak pernah terbayang dibenak kita sebelumnya ternyata anak kita sangat menyukai olah raga bulutatangkis. Karena pada awal mulanya adalah untuk mencarikan suatu kegiatan positif yang menyenangkan dan menyehatkan bagi anak dalam bidang olahraga dan membantu anak dalam menyalurkan bakat dan keinginannya.

MENGAPA HARUS BULUTANGKIS ATAU BADMINTON ? 

Sebenarnya kita tidak mengharuskan olah raga bulutangkis sebagai pilihan anak, tetapi kita sebagai orang tua pasti lebih tahu kemampuan dan bakat anak-anak kita. Banyak faktor yang menentukan seorang anak untuk memastikan pilihan pada jenis olah raga yang satu ini.

Beberapa faktor yang mempengaruhi anak dalam menentukan pilihan olah raga bulutangkis adalah sebagai berikut :
  1. Keluarga, bulutangkis seperti penyakit keturunan yang bisa menular kepada keturunannya. Pengaruh keluarga sangat penting dalam menentukan pilihan anak misalnya kegemaran bulutangkis yang dibawa oleh kakek/nenek atau orang tua. Peranan keluarga terutama orang tua sebagai pendorong anak sangat penting dalam menunjang keberhasilan.
  2. Lingkungan,  faktor ini sangat dominan dalam mempengaruhi pilihan anak untuk menyukai olah raga bulutangkis. Permainan bulutangkis atau badminton memang memacu kegairahan dan kegembiraan anak-anak. Kita dapat melihat anak-anak melakukan permainan ini hampir di setiap pelosok kampung di Indonesia. Apalagi kalau lingkungan sekitar membantu mendukung dan mempengaruhi anak untuk mengembangkan olah raga ini. Bahkan sekarang ini ada yang memasukkan bulutangkis sebagai pilihan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.
  3. Kemampuan Ekonomi,  walaupun bukan faktor penting tetapi untuk ukuran sekarang ini banyak yang menjadikan sebagai bahan pertimbangan terutama orangtua untuk membiayai keinginan anak. Karena peralatan yang dibutuhkan relatif mahal dan belum tentu semua orang tua mau membelikan anak untuk menunjang kemampuan dan bakatnya.
  4. Popularitas,  bulutangkis sekarang ini popularitasnya mulai turun atau kurang diminati oleh kalangan muda terutama anak-anak. Apalagi sekarang ini sangat jarang kejuaraan atau lomba yang diadakan terutama untuk kalangan anak-anak, bahkan induk dari organisasi olah raga bulutangkis sendiri sudah tidak jelas agenda kegiatannya. Ditambah lagi dengan dukungan dari pemerintah yang sangat kurang dan semakin langkanya partisipasi dari pihak lain yang peduli terhadap kelangsungan olah raga ini. Sekarang semakin jelas Indonesia semakin tertinggal perkembangan bulutangkisnya dibandingkan dengan negara lain apalagi persaingan sekarang semakin ketat. Bahkan negara yang dahulu kurang populer dalam olahraga bulutangkis sekarang semakin bermunculan seperti : Nigeria, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada dan banyak negara lain yang sebelumnya belum pernah diperhitungkan.
  5. Dan masih banyak faktor lainnya yang ikut mempengaruhi tetapi kurang begitu dominan.
 MANFAAT BULUTANGKIS ATAU BADMINTON

Banyak manfaat dari olah raga bulutangkis atau badminton terutama bagi anak-anak antara lain : memberikan anak-anak kesehatan dan sekaligus permainan yang menyenangkan, membantu kecepatan reflek dan reaksi, kemampuan menguasai lapangan, kejujuran, keuletan mental dan tubuh, daya tahan mental dan fisik serta kemampuan pengelolaan dan pengendalian tubuh yang diperoleh melalui latihan bulutangkis. Dalam latihan bersama dalam klub, kegiatan ini membantu mengembangkan kemampuan anak membangun hubungan sosial. Inilah yang kita harapkan diperoleh anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Disamping itu olah raga bulutangkis bisa juga membantu anak agar tidak terpengaruh dan bisa menghindari lingkungan yang kurang baik dan kegiatan yang kurang bermanfaat yang hanya membuang waktu. Apalagi kalau ditunjang dengan prestasi pasti akan bisa mengantarkan anak sebagai juara bulutangkis dan bisa menjadi seorang pemain bulutangkis yang handal.


Materi latihan yang diberikan kepada anak-anak didik meliputi : fisik, tehnik, dan strategi yang telah disesuaikan dengan umur anak. Ingat !!! Olahraga bulutangkis bukanlah olahraga instan atau sekali jadi, karena memerlukan waktu yang panjang untuk bisa menjadi pemain bulutangkis. Jadi sebaiknya mulai dikenalkan sejak usia dini dengan olahraga bulutangkis, sehingga seiring dengan perkembangan fisik, pola pikir dan usia anak serta rutinitas latihan akan membentuk kekuatan dalam olahraga permainan ini.

Pelatihan Phisik

Pelatihan Phisik
Permainan bulutangkis sarat dengan berbagai kemampuan dan keterampilan gerak yang kompleks. Sepintas lalu dapat diamati bahwa pemain harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan dengan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh.

Gerakan-gerakan ini harus dilakukan berulangulang dan dalam tempo lama, selama pertandingan berlangsung. Akibat proses gerakan itu akan menghasilkan "kelelahan", yang akan berpengaruh langsung pada kerja jantung, paru-paru, sistem peredaran darah, pernapasan, kerja otot, danpersendian tubuh.

Karena itu, pebulutangkis sangat penting memiliki derajat kondisi fisik prima. Melalui proses pelatihan fisik yang terprogram baik, faktor-faktor tersebut dapat dikuasai. Dengan kata lain pebulutangkis harus memiliki kualitas kebugaran jasmani yang prima. Ini akan berdampak positif pada kebugaran mental, psikis, yang akhirnya berpengaruh langsung pada penampilan teknik bermain.

Itulah sebabnya pebulutangkis sangat membutuhkan kualitas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik. Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan agar mampu bergerak dan bereaksi untuk menjelajahi setiap sudut lapangan selama pertandingan.

A. Sistem Pelatihan Fisik Umum

Program dan aplikasi pelatihan fisik bulutangkis harus dirancang melalui tahapan sebagai berikut:

a. Persiapan fisik umum yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ tubuh, sehingga memudahkan upaya pembinaan dan peningkatan semua aspek pelatihan pada tahap berikutnya.
b. Persiapan fisik khusus bertujuan meningkatkan kemampuan fisik dan gerak yang lebih baik menuju pertandingan.
c. Peningkatan kemampuan kualitas gerak khusus pemain. Pada tahap ini pelatihan bertujuan untuk memahirkan gerakan kompleks dan harmonis yang dibutuhkan setiap pemain untuk menghadapi pertandingan.

Cara Terbaik untuk Mempersiapkan Kondisi Fisik Umum Pemain

1. Program Latihan Lari
Latihan lari sangat penting dan balk untuk mengasah kemampuan kerja jantung, paruparu, dan kekuatan tungkai. Membiasakan pemain berlatih lari selama 40-60 menit tanpa berhenti, yang dilakukan 3-4 kali seminggu, sangat baik untuk membina kemampuan daya tahan aerobik dan kebugaran umum pemain.

2. Program Latihan Senam
Bentuk-bentuk latihan senam peregangan untuk seluruh bagian tubuh dan persendian harus mendapat perhatian. Latihan peregangan hendaknya diselingi gerakan untuk memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bawah yang dilakukan secara bergantian.

3. Program Latihan Loncat Tali
Latihan ini sangat balk untuk membina daya tahan, kelincahan kaki, dan kecepatan serta melatih kemampuan gerak pergelangan tangan lebih lentur dan kuat. Proses latihan dapat dilakukan de-ngan loncat satu kaki secara bergantian (seperti lari biasa), loncat dua kaki, dan masih banyak bentuk variasinya.

4. Program Latihan Gabungan
Model atau sistem pelatihan ini adalah menggunakan berbagai alat bantu seperti bangku, gawang ukuran kecil, tiang, tongkat, tali, bola, dan sebagainya. Tujuan latihan ini adalah membina dan meningkatkan kamampuan dan kete-rampilan gerak pemain sebagai upaya untuk pengkayaan gerak. Pelatih harus cermat dan terampil menciptakan rangkaian gerak yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan dalam permainan bulutangkis, di samping memberikan prioritas pada pembinaan aspek-aspek kelincahan, kegesitan, dan koordinasi gerak yang memang dibutuhkan dalam bulutangkis.

5.Latihan Pemanasan
Banyak pelatihan kurang memberikan perhatian khusus perihal peranan dan fungsi latihan pemanasan yang benar dan betul. Latihan pemanasan yang dikemas dengan benar akan memberikan pe-ngaruh positif pada proses kerja organ tubuh, mekanisme peredaran darah, dan pernapasan. Itu semua akan berpengaruh langsung untuk kerja berat selanjutnya. Di samping itu, sangat penting untuk menghindari terjadinya berbagai cedera otot, persendian, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya.
Pada umumnya latihan pemanasan berbentuk:

a. Lari jarak pendek yang bervariasi seperti lari sambil angkat paha/lutut, lari mundur, lari maju dan ke samping.
b. Melakukan gerakan-gerakan senam yang bersifat mere-gang otot tungkai, paha belakang, depan, lengan, pergelangan kaki, pinggang, otot bahu, dll.
c. Kualitas peregangan harus dilakukan dengan pelan sampai terasa terjadi proses peregangan pada bagian otot dan persendian yang dilatih. Hindari melakukan gerakan sentak, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada otot atau persendian.

6. Latihan Pendinginan
Latihan ini dilakukan setelah program latihan selesai dilaksanakan sebagai upaya agar bagian otot yang bekerja berat tadi kembali pada posisi rileks dan tidak kaku. Bentuk latihannya adalah senam dan gerakan meregang. Kualitas latihan meregang, khususnya untuk otot besar seperti paha belakang dan depan, ping-gang, punggung, otot lengan, bahu, dada, dan berbagai persendian tubuh, harus dicermati betul. Lakukan gerakan pendinginan ini dengan benar,

B. Sistem Pelatihan Fisik Khusus

Pelatihan fisik bulutangkis dituntut untuk memahami dan mengetahui secara spesifik kebutuhan gerak olahraga ini. Bahkan harus mendalami makna proses kerja otot, sistem energi, dan mekanisme gerak yang terjadi dalam permainan bulutangkis. Atas dasar pengetahuan ini, pelatih akan mampu merancang bentuk-bentuk latihan fisik secara spesifik, sesuai kebutuhan pemain.

1. Latihan Daya Tahan
(Aerobik dan Anaerobik)
Kemampuan daya tahan dan stamina dapat dikembangkan melalui kegiatan lari dan gerakan-gerakan lain yang memiliki nilai aerobik. Biasakan pemain menyenangi latihan lari selama 40-60 menit dengan kecepatan yang bervariasi. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan daya tahan aerobik dan daya tahan otot. Artinya, pemain dipacu untuk berlari dan bergerak dalam waktu lama dan tidak mengalami kelelahan yang berarti.

Selanjutnya proses latihan lari ini ditingkatkan kualitas frekuensi, intensitas, dan kecepatan, yang akan berpengaruh terjadinya proses anaerobik (stamina)pemain. Artinya, pemain itu mampu bergerak cepat dalam tempo lama dengan gerakan yang tetap konsisten dan harmonis.

2. Latihan Kekuatan
Pemain bulutangkis sangat membutuhkan aspek kekuatan. Berdasarkan analisis dan cukup dominan pemain melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat ke depan, ke belakang, ke samping, memukul sambil loncat, melakukan langkah lebar dengan tiba-tiba. Semua gerak ini membutuhkan kekuatan otot dengan kualitas gerak yang efisien.
Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan kekuatan ini adalah berlatih menggunakan beban atau dengan kata lain latihan beban (weight training). Sebaiknya sebelum melakukan program latihan beban sesungguhnya, disarankan agar pemain lebih dulu mengenal berbagai bentuk gerakan seperti:
- mendorong (push up, pull up)
- bangun tidur, angkat kaki
- memperkuat otot punggung, pinggang
- jongkok berdiri untuk membina kekuatan tungkai - loncat-loncat di tempat atau sambil bergerak.
Proses selanjutnya adalah meningkatkan kualitas geraknya dengan menggunakan beban (weight training) yang sebenarnya. Dianjurkan untuk tidak melakukan atau berlatih loncat di tempat yang keras karena akan berdampak terjadinya sakit, cedera pada bagian lutut, dan pinggang.

3. Latihan Kecepatan
Aspek kecepatan dalam bulutangkis sangat penting. Pemain harus bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat.
Cara untuk bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkai/kaki. Aspek kecepatan dalam bulutangkis juga bermakna pemain harus cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen keseimbangan tubuh (agilitas). Bentuk-bentuk latihannya antara lain:
a. Lari cepat dalam jarak dekat
b .Lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run)
c. Tingkatkan kualitas latihan dengan menggunakan beban, rintangan, dan lain-lain.
d. Jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat pula.

4. Latihan Kelenturan/Fleksibilitas
Fleksibilitas adalah komponen kesegaran jasmani yang sangat penting dikuasi oleh setiap pemain bulutangkis. Dengan karakteristik gerak serba cepat, kuat, luwes namun tetap bertenaga, pembinaan kelenturan tubuh harus mendapat perhatian khusus.

Latihan fleksibilitas harus mendapat porsi yang cukup. Orang yang kurang lentur rentan mengalami cedera di bagian otot dan daerah persendian. Di samping itu, gerakannya cenderung kaku sehingga banyak menggunakan energi, kurang harmonis, kurang rileks, dan tidak efisien.
Latihan-latihan peregangan dengan kualitas gerakan yang benar memacu komponen otot dan persendian mengalami peregangan yang optimal. Oleh karena itu, fleksibilitas ini harus dilatih dengan tekun dan sistematis.

5. Model-Model Latihan Fisik dengan Menggunakan Alat Bantu Pelatihan

a. Latihan denganBola Medisin
Bola medisin yang beratnya bervariasi antara 1-5 kilogram merupakan alat bantu pelatihan, antara lain untuk kekuatan dan kecepatan melempar, membina kekuatan lengan, tungkai, dan kekuatan bagian atas dan bawah tubuh.
Bentuk latihan bola medisin ini antara lain dilakukan dengan melempar ke arah tembok dengan satu atau dengan dua lengan. Berdiri kira-kira 3-4 meter dari tembok, lalu lempar bola itu dan segera tangkap bola tersebut sambil lari mundur ke arah garis start, seperti layaknya gerak mundur dalam permainan bulutangkis.

b. Latihan Loncat Tali
Pemain bulutangkis dianjurkan untuk terampil dan menguasai bentuk latihan loncat tali ini. Pengaruh latihan ini sangat membantu untuk membina kekuatan kaki, pergelangan kaki, daya tahan, koordinasi gerak, dan membantu peningkatan kualitas gerak pergelangan tangan.
Latihan loncat tali dirancang dengan sistem interval antara lain sebagai berikut:

• Sesi I: • Sesi H:
1. 3 X 30 detik 1.5 X 25 detik
2. 5 X 25 detik 2. 7 X 20 detik
3. 7 X 20 detik 3. 5 X 30 detik
4. 3 X 30 detik 4. 3 X 40 detik

Masa istirahat antara kegiatan adalah 15-20 detik. Tingkatkan latihan ini dengan menambah jumlah sesi, waktu kegiatan masa istirahat diperpendek. Dalam aplikasi latihan loncat tali, pelatih harus berperan memberikan motivasi dan pengawasan gerak loncat, sehingga tujuan latihan tercapai dengan optimal.

c. Latihan Bayangan
Latihan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan gerak kaki, kecepatan, serta daya tahan. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain agar langkah dan gerakan kaki (footwork) senantiasa ditingkatkan dan dipelihara terus.
Untuk meningkatkan kualitas latihan ini, pemain harus menggunakan "jaket pemberat" yang dibuat khusus untuk itu. Sangat balk untuk membina kualitas dan kecepatan gerak pemain.

d. Latihan Loncat Bangku/Gawang
Latihan ini berfungsi untuk membina kekuatan tungkai, konsentrasi, dan kecepatan gerak yang dibutuhkan dalam permainan. Bangku atau gawang dibuat dengan berbagai ukuran tinggi antara lain 40, 50, 70, 80 cm. Alat ini berfungsi sebagai alat pemberat, rintangan, tantangan, agar pemain terpacu untuk mengatasinya. Proses kerja "overload' (beban lebih) dengan menggunakan beban rintangan ini, latihan makin terasa berat bagi pemain.
Dalam pelaksanaan latihan, pelatih harus terampil meletakkan gawang/bangku itu sesuai dengan tujuan latihan dan kebutuhan pemain. 

Senin, April 22, 2013

SUSI SUSANTI : LEGENDA HIDUP BULUTANGKIS DUNIA



Nggak asyik banget deh kalau tidak kenal Susi Susanti. Yah, meskipun belum pernah salaman tapi paling tidak kenal nama dan prestasi. Dialah pebulutangkis tunggal putri pertama yang meraih medali emas di Olimpiade Barcelona (1992). Hingga kini tidak ada pebulutangkis wanita lain di dunia yang menyamai prestasi Susi meraih gelar juara Olimpiade, World Championship, dan All Englandsecara berturut-turut. Nama Susi Susanti juga tercatat di Guinness Book of World Records sebagai pebulutangkis yang menjuarai All England 4 kali berturut-turut! 

Lahir dengan nama Lucia Fransisca Susi Susanti alias Wang Lian-xiang di Tasikmalaya (Jawa Barat), 11 Februari 1971. Orangtuanya yang pedagang sembako di pasar Tasikmalaya sangat mendukung bakat sang putri hingga Susi yang sudah belajar bermain bulutangkis sejak usia 5 tahun, telah serius berlatih di usia ke-7 tahun! Bakat dan dukungan keluarga membuat Susi mampu berprestasi di tingkat internasional sejak usia belasan tahun. Di masa jayanya, Susi nyaris tak terkalahkan. Dalam setiap turnamen internasional yang diikutinya, bisa dipastikan Susi tak terkalahkan! Berkat prestasinya yang luar biasa selama aktif menjadi atlet bulutangkis, Susi bahkan telah dianugerahi Hall of Fame dari federasi bulutangkis dunia,Badminton World Federation (BWF). Selain pada Susi, penghargaan yang sama juga diberikan pada Rudy Hartono, Christian Hadinata, Dick Sudirman, dan Liem Swie King.  Tak berlebihan bila Susi disebut salah satu legenda hidup bulutangkis dunia.

Kini, istri peraih emas bulutangkis tunggal putra Olimpiade Barcelona, Alan Budikusuma ini menikmati kehidupan sebagai ibu dari 2 putra dan 1 putri. Bersama sang suami, Susi mendirikan perusahaan alat-alat bulutangkis 'Astec' yang merupakan singkatan Alan-SusiTechnology. Pasangan tokoh bulutangkis dunia inipun mendirikan stadion bulutangkis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang diberi namaOlympic Badminton Hall. Susi sendiri berpatungan dengan mantan srikandi bulutangkis lain, Rosiana Tendean, membangun usaha pijat refleksi, juga di kelapa Gading, tak jauh dari rumahnya. Idenya muncul karena semasa menjadi atlet, mereka kesulitan mencari tempat pijat refleksi kalau menderita salah urat. Untuk menepis citra miring, Susi dan Rosi memajang nama mereka di depan ruko tempat usaha pijat refleksi mereka. 

Setelah bertahun-tahun 'pensiun', Susi sempat bertanding lagi, namun dalam kegiatan pengumpulan dana untuk korban letusan Gunung Merapi Yogyakarta, tahun lalu. Susi juga tetap memberi sumbangan pada bulutangkis Indonesia dengan menjadi manajer tim, melatih para pemain yunior, hingga mengadakan turnamen bulutangkis untuk anak-anak usia dini. Namun cita-citanya mendirikan sekolah bulutangkis untuk anak-anak usia dini masih terganjal kurangnya dana. Susi berharap, bulutangkis bisa masuk dalam kurikulum sekolah sejak tingkat SD agar penjaringan bibit-bibit berbakat lebih efektif.

Prestasi:
- Juara Indonesia Open (1989)
- Juara All England (1990)
- Juara World Badminton Grand Prix (1990)
- Juara All England (1991)
- Juara Thailand Open (1991)
- Juara Swedish Open (1991)
- Juara Indonesia Open (1991)
- Juara Denmark Open (1991)
- Juara China Taipei Open (1991)
- Juara World Badminton Grand Prix (1991)
- Medali emas Olimpiade Barcelona (Spanyol, 1992)
- Juara World Badminton Grand Prix (1992)
- Juara Thailand Open (1992)
- Juara Japan Open (1992)
- Juara Denmark Open (1992)
- Juara All England (1993)
- Juara World Championships (1993)
- Juara World Badminton Grand Prix (1993)
- Juara Dutch Open (1993)
- Juara Malaysia Open (1993)
- Juara Thailand Open (1993)
- Juara All England (1994)
- Juara China Taipei Open (1994)
- Juara World Badminton Grand Prix (1994)
- Juara Indonesia Open (1994)
- Juara Japan Open (1994)
- Juara Thailand Open (1994) 
- Juara Piala Uber (1994, bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara Malaysia Open (1994)
- Juara Malaysia Open (1995)
- Juara Indonesia Open (1995)
- Juara Korea Open (1995)
- Juara Japan Open (1995)
- Juara Piala Uber (1996, bersama Tim Uber Indonesia)
- Medali perungggu Olimpiade Atlanta (Amerika Serikat, 1996)
- Juara World Badminton Grand Prix (1996)
- Juara Indonesia Open (1996)
- Juara Indonesia Open (1997)
- Juara Malaysia Open (1997)
(MGH/Foto: Richard Sam Bera)

Tan Joe Hok, Perintis di Pentas Bulu Tangkis.Terasing di Negeri Sendiri

TAN Joe Hok menorehkan sejarah setengah abad lalu. Ia pemain bulu tangkis Indonesia pertama yang menjuarai All England dan meraih medali emas Asian Games. Bersama enam pebulu tangkis lain—Ferry Sonneville, Eddy Yusuf, Olich Solihin, Lie Po Djian, Tan King Gwan, dan Njoo Kim Bie—Tan juga memboyong Piala Thomas untuk pertama kali ke Tanah Air. Kini 72 tahun usianya. Berpuluh tahun menggantungkan raket, Tan berjuang di lapangan yang lain: merobohkan tembok diskriminasi yang membuatnya merasa dipinggirkan sekaligus dilupakan.Di tengah prestasi yang kerontang kini, bulu tangkis Indonesia perlu menengok kembali cerita Tan. Kepada Tempo, ia menuturkan kisah hidupnya yang berwarna. SAYA dilahirkan di zaman yang salah. Tak seperti di zaman kini yang serba tersedia, saya mulai menekuni bulu tangkis pada kondisi yang serba terbatas. Saya tak punya raket, lapangan bulu tangkis bersemen tak ada, untuk berlatih di klub pun harus menempuh jarak yang jauh menggunakan sepeda.. Dan ketika pertama kali ditunjuk sebagai salah satu anggota tim Piala Thomas, saya berangkat ke lapangan udara Kemayoran menggunakan becak.Ini cerita seorang Tan Joe Hok. Mungkin orang hanya tahu saya orang pertama yang menjuarai All England, pada 1959, dan meraih medali emas Asian Games tiga tahun kemudian. Saya dan enam pemain lain juga merebut Piala Thomas untuk pertama kali, pada 1958. Nama saya pun diulas panjang-lebar di majalah Sport Illustrated—majalah olahraga bergengsi di Amerika—ketika saya berusia 22 tahun. Saya disebut sebagai pemain tak terkalahkan. Namun, di balik sukses itu, saya sebenarnya hanya rumput liar yang mesti hidup di segala keadaan.Saya lahir di zaman malaise yang waktu itu baru berakhir. Tepatnya pada 11 Agustus 1937. Saya anak kedua dari enam bersaudara. Ayah saya, Tan Tay Ping (almarhum), bekerja sebagai pedagang tekstil yang harus sering meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah. Kondisi ekonomi keluarga kami kekurangan. Untuk membeli beras, kami harus antre. Sejak berumur lima tahun, saya sudah terbiasa antre beras sendirian.Ketika umur saya menginjak enam tahun, pasukan Jepang belum lama masuk Indonesia. Saya masih ingat bagaimana pesawat-pesawat Jepang yang berseliweran di atas kampung kami di Jatiroke, Jatinangor, Sumedang, ditembaki tentara Belanda. Kedatangan Jepang itu membuat hidup kami makin susah. Berkali-kali kami harus mengungsi.Kami pernah tinggal di Tasikmalaya sebelum menetap di Kota Bandung. Di kota itu awalnya kami tinggal di Gang Kote. Di sanalah awalnya saya mengenal bulu tangkis. Saya sering melihat ibu saya, Khoe Hong Nio, bermain bulu tangkis dengan para tetangga di sebuah lapangan di Gang Sutur, tak jauh dari gang rumah saya.Ketika peristiwa Bandung Lautan Api meletus pada 24 Maret 1946, kami harus mengungsi lagi karena perkampungan dibakar. Sampai akhirnya, kami mendiami sebuah rumah di Jalan Ksatrian 15, Cicendo, Bandung. Sebuah rumah amat sederhana berpekarangan luas. Di pekarangan itulah ayah saya membuat lapangan bulu tangkis sederhana, lapangan berdasar tanah dengan garis terbuat dari bambu.Setiap hari lapangan itu tak pernah sepi. Sejak pagi sampai malam, keluarga dan para tetangga bergantian bermain badminton di sana.. Saya, yang waktu itu berusia 13 tahun, cuma jadi anak bawang yang ditugasi membawa kok dan raket. Keseringan menonton membuat minat saya bermain bulu tangkis makin besar. Sayangnya, saya tak punya raket.. Sebagai pengganti raket, saya gunakan kelom (sandal dari kayu) milik ibu saya. Dengan kelom dan kok bekas yang bulunya tinggal tiga lembar, saya sering mengajak pembantu kami, Mang Syarif, bermain badminton bersama.Ternyata banyak yang memuji kemampuan saya bermain bulu tangkis.. Mereka mengatakan gerakan kaki dan tangan saya cepat sekali. Orang yang sudah bermain puluhan tahun pun gampang saya kalahkan. Saya tak mengerti teknik. Tapi, soal gerakan kaki, saya belajar dari pertandingan tinju yang sering saya saksikan di Bandung. Saya sangat terkesan dengan gerak kaki petinju itu. Lalu saya meniru dengan latihan skipping. Sebagai rumput liar, saya yakin, saya pasti bisa bermain bulu tangkis.Suatu hari Lie Tjoe Kong, pemain bulu tangkis Bandung, memuji bakat saya. Dia mengajak saya masuk Blue White, klub bulu tangkis terkuat di Bandung. Blue White inilah cikal-bakal Klub Mutiara yang di masa depan menghasilkan pemain hebat, seperti Christian Hadinata, Imelda Wigoena, dan Ivanna Lie. Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan berlatih saban hari. Saya berlatih sejak pukul lima pagi.Dari Jalan Ksatrian, kami pindah ke Jalan Gedung Sembilan, Pasir Kaliki. Di sana tidak ada lapangan bulu tangkis. Saya harus berlatih di lapangan bulu tangkis PB Pusaka di Jalan Kiara Condong, sekitar lima kilometer dari rumah saya. Meskipun bangunannya terbuat dari bilik, lapangannya cukup bagus karena sudah dipoles semen.Salah satu teman latihan saya di PB Pusaka adalah Tutang Djamaluddin. Setiap akan berlatih bulu tangkis, saya dan Tutang naik sepeda ontel dari rumah masing-masing sambil memegangi raket tak bersarung dan tiga kok yang dibungkus kertas koran. Dari sinilah karier saya sebagai pemain bulu tangkis terus melesat. Berkali-kali saya ikut kejuaraan dan selalu menang. Saat 15 tahun, saya menang di Kejuaraan Bandung.Selanjutnya, saya mulai mengikuti kejuaraan nasional. Dua tahun kemudian, pada 1954, saya jadi juara Indonesia, mengalahkan Njoo Kim Bie, pebulu tangkis dari Surabaya yang saat itu sedang tenar dan terkenal dengan smash-nya yang mematikan. Dua tahun berikutnya, giliran pemain terkenal Eddy Jusuf yang saya kalahkan. Saya juga diundang mengikuti pertandingan di India Timur, Bombay, New Delhi, Calcutta, Ghorapur, dan Jabalpur pada 1957. Saya selalu menang.Dan yang paling tak terlupakan adalah ketika saya, Olich Solihin, Lie Po Djian, Tan King Gwan, dan Njoo Kim Bie terpilih sebagai tim pertama Indonesia untuk merebut Piala Thomas 1958. Kebahagiaan saya makin berlipat ketika akhirnya kami berhasil memboyong piala bergengsi itu. Kemenangan pertama tim Indonesia di Thomas Cup pun disambut meriah dengan tabuhan beduk di masjid, dentingan lonceng di gereja, serta disiarkan di radio. Kami juga diarak dari Jakarta ke Bandung, lewat Puncak. Jalan saya sebagai pemain bulu tangkis kian mulus.*l l l*Ketika menjalani tur ke beberapa kota di India, saya bertemu dengan Ismail bin Mardjan, salah seorang juara ganda All England asal Malaya yang tinggal di Singapura. Ismail tidak hanya menjadi kawan seperjalanan saya, tapi sudah saya anggap sebagai kakak. Kami berkeliling India lebih dari setengah bulan. Ismail memberi saya nasihat: ”Joe Hok, kamu bisa jadi pemain nomor satu di dunia. Berlatihlah lebih giat. Tapi, begitu sudah juara, sebaiknya berhenti. Jangan hidup seperti saya.” Saya tak pernah lupa kata-kata itu.Ketika saya singgah di kediaman Ismail di Singapura, saya menemukan jawaban mengapa Ismail tak mau nasib saya seperti dia. Ismail ternyata hidup dalam kemiskinan. Rumahnya terletak di perkampungan kumuh di dekat kali yang hitam dan berbau. Maklum, Singapura kala itu belum seperti sekarang. Untuk menyambung hidup, dia bekerja sebagai anggota satpam. Melihat kondisi Ismail, saya langsung bertekad tak mau jadi pemain bulu tangkis selamanya. Saya ingin hidup lebih layak.Setelah berturut-turut meraih kemenangan di kejuaraan All England, Kanada, dan Amerika Serikat, saya memutuskan menggantung raket. Saya tak kembali ke Tanah Air, tapi langsung menuju Texas, Amerika. Saya mendapat beasiswa untuk kuliah di Baylor University, jurusan Premedical Major in Chemistry and Biology. Untuk biaya hidup sehari-hari, saya bekerja serabutan. Apa saja saya kerjakan, termasuk menjadi petugas pembersih kampus yang dibayar satu jam 50 sen dolar. Saya bekerja delapan jam agar bisa menyambung hidup. Saat itu untuk makan sekitar satu dolar. Saya mau menjalani pekerjaan itu demi selesainya studi saya. Saya tak ingin nasib saya seperti Ismail.Tapi rupanya panggilan untuk terus bermain bulu tangkis tak bisa diredam. Saat menjalankan studi di Baylor (1959-1963), saya masih sempat pulang untuk mempertahankan Piala Thomas di Jakarta pada 1961 dan di Tokyo pada 1964.. Bahkan, pada 1962, saya juga pulang untuk Asian Games dan menjadi atlet bulu tangkis pertama yang meraih medali emas di arena Asian Games.Saya akhirnya memilih tinggal di Tanah Air dan mengurungkan niat kembali ke Amerika meneruskan studi S-2 saat Presiden Soekarno mencanangkan ”Ganyang Malaysia” dan ”Ganyang Antek Imperialis”. Saya malah sempat main di perbatasan Kalimantan sampai Mempawah, menghibur sukarelawan kita di medan perang. Saya lebih cinta Tanah Air. Saya memilih mengabdi untuk negara saya, Indonesia.Peristiwa Gerakan 30 September mengubah segalanya. Sebagai warga keturunan, saya dan teman-teman mulai mendapat perlakuan berbeda. Kami seperti dianggap bukan bagian dari bangsa ini. Saya bahkan harus mengubah nama saya menjadi Hendra Kartanegara. Saya yang dulu dijunjung tinggi setinggi langit di bawah bendera Merah-Putih harus antre berjam-jam membaur dengan warga Glodok dan daerah lain demi mendapat surat bukti bahwa saya orang Indonesia.Namun saya tak mau larut dalam dendam. Pada 1969, bersama istri dan dua anak, saya meninggalkan Indonesia untuk menjadi pelatih bulu tangkis di Meksiko dan Hong Kong. Saya kembali ke Jakarta pada 1972 dan mendirikan usaha di bidang pest control, jasa pengendalian hama.Toh, panggilan untuk bergelut di bulu tangkis tak pernah hilang. Bersama Tahir Djide, saya menjadi pelatih pelatnas tim Piala Thomas 1984Di final perebutan Piala Thomas di Kuala Lumpur, Malaysia, tim Indonesia, yang terdiri atas Liem Swie King, Hastomo Arbi, Icuk Sugiarto, Christian Hadinata, Hadibowo, dan Kartono, akhirnya sukses mengalahkan Han Jian dan kawan-kawan dari Cina.Sekarang prestasi Indonesia benar-benar memprihatinkan. Saya tidak menyalahkan atlet. Banyak hal yang harus dibenahi. Dulu kami bermain hanya demi kepentingan nasional, tak memikirkan masalah materi. Yang penting bisa membawa nama harum negara. Tapi zaman sudah berubah. Kesejahteraan atlet harus diperhatikan.Kini kita kalah oleh Cina. Mereka memiliki sistem pembinaan yang baku. Kesejahteraan atlet benar-benar diperhatikan sehingga orang tua berbondong-bondong ingin anaknya jadi atlet. Atlet yang sudah tak aktif juga disekolahkan oleh pemerintah. Tidak seperti di Indonesia: setelah tak lagi berprestasi, tak diperhatikan. Banyak yang menjalani hari tua susah dan sakit-sakitan.Saya ingin atlet bulu tangkis memiliki sponsor pribadi. Misalnya dia jadi bintang iklan, maka kontrak iklan itu seluruhnzya buat dia, bukan dibagi-bagi dengan alasan untuk pembinaan. Dulu hal ini dilaksanakan betul. Liem Swie King mengalaminya. Ini memicu para atlet menjadi yang terbaik. Atlet mendapat penghargaan sesuai dengan prestasi yang diraihnya.

Lima Gelar “Badminton Coaching Clinic”



Jakarta - Menjelang kompetisi Liga Mahasiswa (Lima) cabang bulutangkis, LIMA mengadakan “Badminton Coaching Clinic” di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Kamis (4/4).
Pelatihan ini terbuka untuk umum dan dihadiri puluhan peserta yang mewakili universitas-universitas, Blibli.com, dan West Java Conference. Universitas tersebut antara lain, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Jenderal Ahmad Yani, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Telkom, dan STKIP Pasundan. Kegiatan coaching clinic ini juga dipandu pelatih PB Djarum, Yudha Wiratama.
Ryan Gozali, CEO Lima menyatakan,”Workshop ini diadakan guna mendukung keterampilan dan menambah pengetahuan soal cabang olahraga bulutangkis, terutama bagi para peserta Lima cabang bulutangkis yang akan berlaga pekan depan.”
Perwakilan Flypower (official equipment sponsor Lima) dan juga mantan pebulutangkis nasional Djuang Djayadi, mengatakan kegiatan seperti ini sangat baik.
“Selama ini orangtua takut anaknya terjun di industri olahraga, terutama badminton. Dengan adanya Liga Mahasiswa ini para mahasiswa diarahkan tidak hanya peduli pada aspek keterampilan olahraga, tetapi juga edukasinya,” ujar Djuang di sela-sela sesi pelatihan.
Salah satu peserta, Hilman Widya Utama, terlihat antusias. Menurutnya, coaching clinic banyak memberikan manfaat. “Banyak yang bisa dipelajari untuk memperbaiki teknik kami masing-masing,” ujar mahasiswa Universitas Parahyangan ini. .
Acara tersebut didukung Radio Ardan, Blibli.com, McDonald, Prima, dan Kaskus. Selanjutnya, Lima berencana mengadakan dua kali coaching clinic, yakni pada Selasa (9/4) dan Sabtu (13/4) di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Penulis: A-16/AB
Sumber:PR/Suara Pembaruan

Selasa, April 16, 2013

4 atlet dan 1 atlet


 Matthew jaya astec , adalah salah satu klub yang didukung penuh oleh juara olimpiade barcelona yakni ALAN BUDIKUSUMA DAN SUSY SUSANTI yang didirikan sejak 2011 , klub ini bukan lah klub yang baru lahir melainkan adalah klub yang sudah ada sejak 1990 , banyak atlet yang sudah lahir dari sini diantaranya ROBIN GONANZA yang saat ini sudah menjadi warga negara dan sekaligus pemain utama di singapore serta JENNA GOZALI yang saat ini berada di djarum , dan JENNA diantar kan oleh djarum hingga sampai ke pelatnas , desas desus yang beredar bahwa pada tahun lalu JENNA Gozali menjuarai GOLD GRAND PRIX di macau dan india tidak lepas dari para team pelatih matthew jaya astec badminton club.
Kejuaraan beregu usia dini yang akan dilaksanakan pada bulan ini , matthew jaya mendapatkan kesempatan atau dipercaya untuk mengisi pemain putra dan putrinya di kejuaraan beregu yang berlangsung di jakarta selatan mendatang .

4 atlet pusdiklat yakni Luis nikolas peridi , Timotius elbert , jason chris alexander dan Adam putra yosandi akan turut serta di kejuaraan tersebut membela team PBSI jakarta barat dan 1 atlet dari matthew jaya badminton club Fadillah nur hidayah akan mengisi team putri PBSI jakarta barat bersama teman teman yang lainnya berasal dari klub resmi dibawah naungan PBSI jakarta barat.


sukses selalu yah team PBSI jakarta barat
go go go matthew jaya astec badminton club dan Pusdiklat matthew jaya astec

kejurprov PBSI jakarta selatan 2013

Kejuaraan beregu tingkat provinsi untuk usia dini akan dilaksanakan pada tanggal 24 april - 26 april 2013 , di jakarta selatan.
team PBSI jakarta barat yang diketuai oleh Ibu hjh Nina yaroh mengumumkan keikutsertaan nya untuk event anatar wilayah tiap tahunnya ini , team manager mas hatta pada hari ini telah mengumumkan sejumlah nama pemain usia dini baik putra maupun putri , penyeleksian pemain dilakukan oleh team official mas toto s (pelatih pelatprov dki) , berikut daftar nama pemain beregu usia dini yang akan bertugas melaksanakan tugas membela team PBSI jakarta barat tahun 2013 adalah sebagai berikut :

TEAM PBSI JAKARTA BARAT PUTRA
1 Timotius Elbert ^
2 Immanuel
3 Adam putra yosandi ^
4 Ari budiarto
5 Syahrul
6 Jason chris alexander ^
7 Luis Nikolas peridi ^


TEAM PBSI JAKARTA BARAT PUTRI
1 Risya syahputri
2 Dhiara
3 Ranu kumbolo
4 Fadillah nur hidayah ^
5 Silvia D
6 Gloria K
7 Zovi D P
8 Nayla

nb : yang bertanda ^ adalah atlet dari MATTHEW JAYA ASTEC badminton club jakarta

Senin, April 15, 2013

PBSI ubah sistem untuk dorong prestasi



Sejumlah hal yang sudah dia lakukan adalah perampingan struktur organisasi yang hanya menitikberatkan perhatian pada empat hal utama yaitu pembinaan prestasi, keuangan, pembinaan di daerah dan dana usaha.

Untuk sisi tim pembinaan atlet dia mempercayakan penanganan atlet di pelatnas kepada sejumlah mantan pemain yang pernah menyumbangkan prestasi besar bagi dunia bulutangkis Indonesia seperti Rexy Mainaky, Susi Susanti, Joko Supriyanto, Reony Mainaky dan Sarwendah Kusumawardhani.Saat ini setidaknya pencinta bulutangkis mengamati ada dua hal yang sudah diterapkan oleh Gita yaitu pembentukan tim pelatih yang telah mencatatkan sejumlah prestasi dan pengubahan pemberian insentif pemain lewat sistem kontak individual.
Nama pelatih kawakan tunggal putri yang pernah melahirkan pemain sekelas Susi Susanti dan Mia Audina, Liang Chiusia kembali diajak bergabung di Pusat Pelatihan Nasional Cipayung.

Pelatih berprestasi

Sebagian diantara mereka adalah pelatih yang menangani sejumlah tim negara lain namun sengaja didatangkan kembali ke Indonesia.
"Kedatangan mereka sangat signifikan sekali karena mereka terbukti mampu melahirkan prestasi luar biasa bagi tim negara tetangga maupun negara yang lebih jauh," kata Gita kepada Wartawan BBC Indonesia Andreas Nugroho.
"Contohnya adalah Reony Mainaky yang menahkodai tim di Jepang dan tentunya Rexy Mainaky yang mampu mengawal timnas Inggris, Malaysia dan sekarang Filipina."
Dia menjanjikan akan mendatangkan pelatih Indonesia berprestasi lainnya yang saat ini berada di luar negeri.
"Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdiskusi dengan orang seperti Hendrawan untuk kemungkinan pulang ke tanah air membawa kebanggaan bagi kita semua "
Gita Wirjawan

"Saya juga sudah bertemu Hendrawan yang saat ini menangani tim Malaysia dan tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdiskusi dengan orang seperti Hendrawan untuk kemungkinan pulang ke tanah air membawa kebanggaan bagi kita semua "
"Kita akan prioritaskan kawan-kawan yang sudah berhasil di luar negeri agar mereka bisa pulang," jelas Gita.
Ketua Bidang Pelatihan Nasional Cipayung, Christian Hadinata mengatakan ada banyak keuntungan jika pemain Indonesia ditangani oleh pelatih asal negeri sendiri ketimbang pelatih asing.
"Pelatih dalam negeri sudah sangat mengerti dan memahami karakter ataupun juga kultur dari atlet-atlet nasional sendiri dan saat ini sudah ada empat pelatih Indonesia di luar negeri yang telah dipanggil pulang termasuk Rexy Mainaky," jelas Christian.

Insentif menjanjikan

Selain sisi pembinaan hal lain yang juga diubah Gita adalah sistem kerjasama sponsor dengan pemain, pelatih dan asisten pelatih pelatnas yang semula bersifat kolektif kini bersikap individual.
"Sistem ini memungkinkan para sponsor untuk langsung berhubungan dengan para atlet dengan difasilitasi oleh PBSI," kata Gita.
Gita Wiryawan mengatakan sudah ada tujuh perusahaan olah raga yang telah mengikat kontrak kerjasama denga 81 atlet, pelatih dan asisten pelatih pelatnas yang nilai kontraknya mencapai 33 miliar rupiah lebih.

Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir mendapat kontrak dari sponsor baru dengan nilai yang menjanjikan.

Kebijakan ini menurut Gita selain menguntungkan pemain secara finansial juga bisa mendorong pemain bersangkutan untuk berprestasi lebih baik lagi.
"Insya Allah ini akan sangat bisa meningkatkan semangat pelatih dan pemain kita untuk berprestasi."
PBSI menurut Gita juga menjanjikan bonus kepada pemain yang mampu menjuarai turnamen kunci cabang ini.

Picu kompetesi atlet

Langkah ini menurut pemerhati bulutangkis yang juga wartawan olahraga Ian Situmorang cukup bisa diharapkan dalam mendongkrak prestasi pemain di pelatnas.
"Perlakuan sponsor terhadap pemain yang sudah punya nama akan menjadi stimulus bagi pemain muda untuk bisa mendapat perlakuan yang sama," kata Ian.
Sejumlah pemain mengatakan sistem insentif yang diterapkan PBSI akan mendorong kompetesi lebih ketat terlebih kali ini ada imbalan yang tidak sedikit dari sponsor jika mereka meraih gelar juara di sebuah turnamen bergengsi.
"Kontrak ini sangat menguntungkan kita, jadi memacu kita untuk berprestasi agar nilai kontrak bisa lebih tinggi lagi," kata atlet bulutangkis nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad.
Ketua Bidang Dana dan Usaha PB PBSI Anton Subowo mengatakan saat ini nilai kontrak terendah atlet di pelatnas Cipayung pertahun berkisar antara 250 juta untuk pemain di level pemula hingga 1,5 miliar rupiah per-orang untuk atlet papan atas.

Coca-Cola Dukung PBSI Majukan Bulutangkis Indonesia


Coca-Cola Dukung PBSI Majukan Bulutangkis Indonesia
Sebagai upaya mengembalikan kecintaan masyarakat pada olahraga bulutangkis, sekaligus mendukung kembalinya kejayaan perbulutangkisan Indonesia baik nasional maupun internasional, Coca-Cola Indonesia mengumumkan kerjasamanya dengan PBSI pada Rabu (3/4) lalu.
Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan bersama Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia Martin Gil, serta turut disaksikan langsung oleh Presiden Coca-Cola Internasional Ahmet Bozer. Sebelumnya, Coca-Cola sudah punya sejarah panjang dalam keterlibatannya pada kegiatan olahraga di dunia, lho. Karena itu merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mengajak masyarakat untuk hidup dalam gaya hidup yang sehat dan aktif. Mitra Olimpiade tahun 1928 misalnya, lalu menjadi pendukung olahraga baseball di Amerika Serikat selama lebih dari 100 tahun hingga menjadi mitra dalam pelaksanaan Paralympian di Afrika Selatan! Coca-Cola terus membagikan berbagai inspirasi positif kepada dunia melalui olahraga.

Untuk upaya mengembalikan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sendiri, Coca-Cola Indonesia mulai menjajaki beberapa area kerjasama. "Khususnya berhubungan dengan marketing dan personal branding bagi para atlit bulutangkis Indonesia yang berprestasi, agar mereka mendapat dukungan dan apresiasi yang layak dari segenap warga negara Indonesia atas perjuangan mereka mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional," jelas Martin Gil.

Mereka pun sepakat untuk mengusung misi yang sama dengan PBSI : RECRUIT (mendukung pencarian bakat-bakat masa depan) RENEW (menyatukan gairah dan kecintaan masyarakat akan bulutangkis) INSPIRE (menjadikan semangat juara bulutangkis sebagai inspirasi bagi generasi muda) dan ACTIVATE (mendorong partisipasi generasi muda Indonesia dalam mendukung bulutangkis nasional)

Maju terus bulutangkis Indonesia!
(Debora Thea)

7 Pemain Legenda Bulutangkis Dunia


1. Sir George Alan Thomas
Atlet serba bisa : juara catur Inggris (1923,1934), semifinalis ganda putra tenis Wimbledon 1911 dan paling banyak mengumpulkan gelar ALL England, yaitu empat kali juara tunggal putra (1920-1923), sembilan kali ganda putra (1913-1924) dan delapan kali ganda campuran. Pada 1939, dia menyumbangkan trofi kejuaraan beregu putra dunia.
2.Judy Hashman
Putri pebulutangkis Frank Devlin ini membuat AS menjadi kekuatan bulutangkis putri nomor satu dunia hingga paruh awal 1960an. Judy adalah motor tim AS saat memenangi Piala Uber tiga kali berturut-turut (1957-1963). Sepanjang karirnya, Judy 83 kali menjadi juara tingkat nasional dan internasional, termasuk 17 kali di All England dari 1954 - 1967 (10 tunggal putri, 7 ganda putri)
3.Rudy Hartono
Rudy adalah atlet yang paling sering menjuarai tunggal putra ALL England, turnamen yang hingga 1976 dianggap sebagai kejuaraan dunia tidak resmi. Dalam kurun 1968-1976, Rudy delapan kali menjadi juara (sekali kalah dari bintang Denmark Sven Pri di final 1975). Rudy juga enam kali memperkuat tim Piala Thomas Indonesia kurun 1967-1982 dengan hasil tiga kali juara.
4.Christian Hadinata
Salah satu pemain ganda terbaik sepanjang sejarah. Dia merupakan pemain yang paling banyak memiliki pasangan dalam mengoleksi gelar. Ada 10 putra dan putri yang menjadi partnernya saat menjuarai berbagai turnamen, termasuk tiga kali juara dunia kurun 1971-1985. Christian juga memperkuat tim Thomas enam kali (1973-1986) dengan tiga kali menjadi juara
5 dan 6. Kim Dong-Moon/Ra Kyung-Min
Satu-satunya pasangan penerima Eddy Choong Player of The Year. Kiprah monumental tercatat kurun 12 bulan hingga April 2004, yaitu memenangi 70 partai pertandingan dan hanya kehilangan 8 dari 148 set pertandingan. Namun, kiprah ganda campuran Korea Selatan itu berakhir di perempat final Olimpiade 2004 Athena (setelah memenangi partai ke-71). Kekalahan itu membuat Kim gagal menutup karier dengan dua emas Olimpiade Athena (bersama Ha Tae-Kwon, dia memenangi ganda putra)
7.Li Yong Bo
Atlet ganda putra cina ini ditakuti di eranya saat bersama Tian Bingyi tiga kalo menjuarai ALL England, dua kali juara dunia dan masing-masing sekali memenangi Piala Dunia dan Final Grandprix pada kurun 1987-1991. Kini sebagai pelatih kepala tim nasional China, dia juga ditakuti karena membuat para pemain China merajai panggung dunia bulutangkis dalam 10 tahun terakhir.

sejarah pernah terukir di INDONESIA



First badminton Olympic Gold medallist in Barcelona 1992 (Got Hugs and kisses from Justian and his wife on ’16:00).

GITA WIRJAWAN dan Kinerja Bulu Tangkis Indonesia


JAKARTA–Sejak terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), nama Gita Wirjawan yang sebelumnya telah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu II itu kini tidak bisa lepas dari bulu tangkis.
Pria lulusan Harvard University yang dikenal juga sebagai pengusaha tersebut harus langsung berhadapan dengan tantangan besar, membawa bulu tangkis Indonesia yang sedang terpuruk kembali bangkit dan berjaya.
Pada 2012, tahun Gita terpilih sebagai Ketua Umum PBSI secara aklamasi pada Musyawarah Nasional (Munas) PBSI ke-21 di Yogyakarta, kondisi bulu tangkis Indonesia sedang dalam masa terpuruk. Luka-luka kekecewaan karena gagal membawa pulang medali emas pada Olimpiade London 2012 pun masih belum kering.
Kegagalan itu mengakhiri tradisi emas pada cabang bulu tangkis yang telah terjaga selama 20 tahun, atau sejak pertama kali bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade pada 1992. Pertanyaan pun muncul, mungkinkah bulu tangkis Indonesia mampu berkibar kembali sementara negara-negara pesaing utama seperti China, Korea, Malaysia, dan Jepang justru semakin mengancam.
Namun, Gita Wirjawan yang dikenal dengan pembawaan santai tampaknya tak lantas ambil pusing. Sempat disangsikan karena tak ada latar belakang “ilmu bulu tangkis” serta menuai protes dari kandidat ketua umum yang lain, Icuk Sugiarto, yang memprotes proses pemilihan ketua umum, Gita tetap melangkah dengan pasti.
“Mungkin saya tidak punya latar belakang bulu tangkis, tetapi saya punya ilmu manajemen yang bisa saya aplikasikan untuk memimpin organisasi ini,” lontar Gita tak lama setelah terpilih sebagai Ketua Umum PBSI.
Kehadiran Gita pun seperti meniupkan angin segar pada semangat bulu tangkis Indonesia. Usai dikukuhkan secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai Ketua Umum PBSI periode 2012-2016, Gita langsung membuat gebrakan-gebrakan yang menjanjikan.
Ia membawa harapan baru dengan menggiring serta mantan jawara-jawara bulu tangkis Indonesia yang selama ini hanya bisa menyaksikan dengan pilu bagaimana kejayaan bulu tangkis yang dulu mereka tanam dengan susah payah pelan-pelan meluruh. Sebut saja Rexy Mainaky, Susi Susanti, Ricky Soebagdja yang akhirnya kembali ke kandang untuk bersama-sama berjuang membawa Indonesia kembali menjadi Macan Asia.
Penunjukkan Gita terhadap Rexy sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi dirasa tepat mengingat Rexy yang telah berpetualang melatih di Inggris, Malaysia, dan Filipina dikenal bertangan dingin mencetak atlet terbaik. Duet bersama legenda bulu tangkis, Christian Hadinata yang ditunjuk sebagai Kasubid Pelatnas, Rexy pun melakukan pembenahan program-program yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet.
Strategi Gita
Bulu tangkis masih merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi harapan besar penyumbang medali di ajang Olimpiade. Menyandang sebagai Ketua Umum PBSI, Gita mengaku itu bukan tugas yang ringan pada saat-saat prestasi bulu tangkis sedang terpuruk.
“Tidak gampang, jujur saja, untuk membangkitkan tidak hanya prestasi tetapi juga semangat. Itu dua-duanya berkolerasi,” kata Gita dalam sebuah wawancara khusus bersama ANTARA News sebelum melepas atlet ke turnamen Eropa di Senayan Golf City, Jakarta, Jumat (22/2).
“Tetapi saya cukup percaya dengan apa yang saya dan pengurus lakukan dua-tiga bulan ini sejak dilantik,” tambahnya.
Ia menuturkan strategi apa yang ia rancang untuk meniupkan lagi roh semangat dalam jiwa-jiwa atlet bulu tangkis agar mencetak prestasi.
Gita memulai dari penyederhanaan struktur organisasi yang lebih fokus pada urusan pembinaan prestasi, kaderisasi daerah, dan pengurusan dana. Gita sadar betul urusan prestasi dan dana pun berkolerasi erat. Dalam kepengurusan sebelumnya PB PBSI hanya menganggarkan dana sekitar Rp40 miliar pertahun. Kini, di era kepemimpinan Gita dianggarkan dana pembinaan dua kali lipat, sekitar Rp90 milar per tahun.
“Putra putri kita harus benar-benar dibina dan diberikan juga intensifnya. Jangan kita pecut mereka tetapi tidak kita kasih vitaminnya,” ujar Gita.
Terkait pada dana itu pula, Gita menerapkan sistem sponsor individu yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan dan prestasi atlet bulu tangkis. Sistem tersebut mengakhiri kontrak kolektif yang selama ini berjalan di tubuh pelatnas bulu tangkis.
“Dengan pengubahan sistem sponsor dari kolektif ke individu diharapkan dapat memotivasi atlet serta pelatih,” katanya.
Karena dengan adanya sponsor individu yang langsung diarahkan kepada pemain, menuntut pula sikap profesional mereka baik di dalam maupun luar lapangan. “Agar nilai kontrak sponsor bisa bertambah naik, seiring dengan naiknya prestasi,” tambah Gita.
Maka, pada awal 2013 PB PBSI telah melakukan penawaran sponsorship terhadap para pemain secara individu. Kontrak kolektif dengan sponsor Yonex yang telah berjalan sejak 40 tahun silam pun diakhiri. Tanpa disangka, banyak perusahaan yang tertarik untuk mendukung atlet-atlet bulu tangkis Indonesia. Bahkan ada yang berani memasang harga di atas Rp1 milyar untuk satu atlet.
Sebanyak tujuh perusahaan baik lokal maupun asng siap mendukung 80 atlet dan sepuluh pelatih pelatnas Cipayung antara lain Victor, Yonex, Li Ning, Flypower, Astec, Babolat, dan Reinforced Speed (RS) dengan total dana Rp33,2 milyar.
“Kita sudah mendapat indikasi ada banyak lagi perusahaan yang mau memberi dukungan,” tutur Gita.
“Saya rasa kalau kita terus seperti ini dan kita konsisten dengan semangat profesionalisme serta kita pertanggungjawabkan dan mendisiplinkan pemain, tidak ada alasan kita tidak berprestasi,” kata Gita dengan mantap.
Gebrakan itu belum berhenti. Gita yang tidak mau mengesampingkan pendidikan anak asuhnya itu pun segera membangun sekolah untuk atlet bulu tangkis. Ia ingin mencontoh sekolah atlet Ragunan yang telah berdiri sejak tahun 1976. Dalam bayangan Gita, nantinya ketika atlet sudah tidak berprestasi di lapangan, mereka dapat berprestasi di profesi lainnya dengan diberikan modal pendidikan.
“Selanjutnya bagaimana kita memberi perhatian kepada mereka agar setelah tidak berprestasi lagi bisa tetap memiliki profesi di luar lapangan. Saya sedang berpikir untuk mengembangkan kurikulum pendidikan,” katanya.
Ia mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, serta beberapa ahli pendidikan. Rencananya, pembangunan sekolah diharapkan dapat rampung akhir tahun ini dan atlet bisa segera menjalani kurikulum dengan menyesuaikan jam latihannya.
Impian Gita
“Pada lima nomor kita harus jadi juara di turnamen-turnamen paling prestisius di dunia,” ujar Gita. Lima nomor yang dimaksud tentu saja ganda campuran, tunggal putra, ganda putra, tunggal putri serta ganda putri.
Gita mengaku optimistis bahwa bulu tangkis Indonesia bisa kembali merengkuh kejayaannya setelah terjun bebas hingga titik terendah.
“Saya tidak melihat alasan untuk kita tidak bisa mengulangi kejayaan bulu tangkis seperti pada zaman Ricky-Rexy,” ujar Gita yang saat itu mengenakan batik berwarna cokelat keemasan.
Tahun ini, PB PBSI memasang target besar untuk bisa memetik sukses pada empat kompetisi internasional. Target yang menjadi fokus khusus itu adalah meraih sukses di turnamen All England, Piala Sudirman, Kejuaraan Dunia, dan SEA Games 2013 di Myanmar.
Target tersebut sebentar lagi akan dipertaruhkan pada turnamen tertua bulu tangkis di dunia, All England yang akan bergulir pada 5-10 Maret mendatang.
“Ini kunci yang menentukan semangat kita, momentum kita, dan ujung-ujungnya prestasi kita. Yang selalu saya pikirkan bagaimana supaya kita menang All England, meskipun saat bersamaan juga memikirkan agar harga daging tidak naik,” lontar Gita seraya tertawa.
Dalam acara pelepasan atlet menjelang tur turnamen Eropa, di hadapan atlet, pelatih serta pengurus Gita berkata, “Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika kalian gagal, saya juga gagal. Namun, jika kalian sukses, itu kesuksesan kalian.”
Tepuk tangan pun memenuhi ruangan sesaat kemudian. Semangat yang ia tanam tersebut, ia harap dapat terus terpelihara seterusnya bahkan ketika ia sudah tidak lagi menjabat.(Antara/yri)

Minggu, April 14, 2013

BULU TANGKIS: Indonesia Berpeluang Rebut Piala Sudirman



JAKARTA–Tim bulu tangkis Indonesia masih memiliki peluang untuk merebut kembali gelar juara Piala Sudirman meskipun harus langsung berhadapan dengan juara bertahan di China di grup A seperti yang diungkapkan Kepala Sub Bidang Pelatnas PBSI Christian Hadinata.
“Peluang masih terbuka karena yang lolos dua tim dalam satu grup,” kata Christian yang dihubungi ANTARA News via telepon, Kamis. Lewat sistem round robin, dalam satu grup akan meloloskan juara dan runner up menuju babak perempatfinal.
Selain bertemu dengan China, Indonesia juga akan berhadapan dengan India yang juga memiliki pemain yang potensial. Menanggapi hal tersebut, Christian tetap optimistis. “Pemain kita juga bagus-bagus,” tambahnya.
Piala Sudirman menjadi salah satu target utama dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selain All England, Kejuaraan Dunia, dan SEA Games. Sejak juara pada perhelatan pertama Piala Sudirman tahun 1989, Indonesia tidak pernah lagi berhasil merebut gelar kejuaraan dunia beregu campuran itu. Pada 2011, tim Indonesia hanya mampu mencapai babak semifinal.
China merajai gelar dengan menang meraih delapan kali sedang Korea berhasil memboyong tiga kali gelar juara selama 12 kali Piala Sudirman digelar.
“Kita juga inginnya menang karena sudah lama (tidak juara). Namanya juga target, peluang tetap terbuka,” ujar legenda bulu tangkis Indonesia itu.
Sementara itu, Kepala Pelatih China Li Yongbo yang turut hadir dalam pengundian grup di Kualumpur, Malaysia, hari ini mengatakan timnya tetap akan berjuang yang terbaik.
“Siapapun lawan yang akan kami hadapi, kami akan tetap berusaha yang terbaik untuk mempertahankan gelar,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Piala Sudirman yang ke-13 ini akan digelar pada 19-26 Mei mendatang di Putra Stadium, Bukit Jalil, Kualumpur, Malaysia.(antara/yri)