tulisan berjalan

Selamat datang di blogspot resmi RACKET BADMINTON INDONESIA

Minggu, April 12, 2015

lets join with us



RACKET BADMINTON ACADEMY / SCHOOL / CLUB
Blackberry official 2bb39b9c

pemain putri indonesia harus tiru carolina marin

JAKARTA - Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Susy Susanti angkat suara terkait prestasi buruk para srikandi tanah air pada ajang BWF World Championships 2014 lalu.
Menurut peraih emas Olimpiade 1992 itu, Bellaetrix Manuputty dkk harus bekerja lebih keras untuk meningkatkan prestasi. Susy menyontohkan prestasi wakil Spanyol, Carolina Marin yang sukses menyabet gelar juara dunia 2014.
"Kemenangan Carolina menjadi satu hal yang sangat membantu untuk memotivasi atlet Indonesia bahwa tidak ada yang tidak mungkin," terang Susy sebagaimana dilansir laman resmi PP PBSI, Jumat (5/9).
Ucapan Susy memang sangat masuk akal. Pasalnya, Indonesia selama ini menjadi salah satu aktor utama di bulutangkis dunia. Sementara, Spanyol tak ubahnya pemeran pembantu. Nyatanya, Carolina Marin mampu menorehkan sejarah sebagai pebulutangkis Spanyol pertama yang bisa merebut gelar juara dunia.
"Saya rasa atlet-atlet Indonesia punya kemampuan. Dari teknik permainan, kita tidak ketinggalan jauh. Kalau mau berusaha keras, kita pasti bisa," tegas istri Alan Budikusuma itu. (jos/jpnn)

susy susanti tidak pernah mau kalah

KUDUS, Kompas.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti hanya sikap tidak pernah mau kalah yang akan membuat putri-putri Indonesia dapat kembali ke jajaran elite bulu tangkis dunia.
Hal ini diungkap oleh peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini saat konferensi pers menjelang berlangsungnya acara, "Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2014" di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (4/9/2014).
"Para pemain puteri kita sebenarnya memiliki hal yang sama dengan para atlet putri yang kini meratui dunia. Sebut saja itu Lie Xue-rui dari Tiongkok, para pemain Korea  dan Thailand, bahkan Carolina Marin asal Spanyol yang baru saja menjadi juara dunia," kata Susy.
"Padahal kalau saya lihat dua pemain putri kita juga memiliki kemampuan yang memadai. Linda (Wenifanetri) memiliki fisik yang baik, sementara Bella(etrix) Manuputty  memiliki stroke dan teknik pukulan yang halus dan lengkap," ungkap Susy lagi.
Namun untuk menjadi pemain yang berhasil dalam persaingan, menurut Susy, butuh satu hal penting yang tumbuh dalam diri pemain itu. Menurut Susy, ketika seseorang
memutuskan menjadi pemain pro atau pemain serius, ia harus tahu terget apa yang dipatoknya. Apakah ia ingin menjadi juara tertinggi di tingkat dunia atau hanya ingin
menjadi juara regional atau nasional.
"Kalau saya harus menyeleksi pemain, saya akan tanya impian apa yang kamu inginkan dari olah raga ini. Kalau dia bilang ingin mengejar hadiah atau penghasilan besar  atau sekadar juara nasional saya akan tolak," kata Susy. "Buat apa? Dia tidak akan mungkin berkembang lebih dari yang dia inginkan. BUat apa lagi buang dana pembinaan besar?" katanya.
Susy yang pernah mengantar Indonesia menjadi juara Piala Uber 1994 dan 1996 ini mengaku dalam dirinya ada sifat tidak ingin mudah menyerah sejak ia masih menjadi pemain yunior. Ia merasa sifat inilah ynag membuat dirinya "disegani" lawan hingga ia pensiun pada 2000.
"Ketika saya masih yunior dan harus menghadapi pemain dunia, saya selalu mengatakan kepada diri saya bahwa kalau pun kalah saya harus merepotkan dia. Sukur-sukur mampu mengalahkannya," ungkap Susy. "Setelah berada di puncak saya selalu berpikir, masak saya sampai kalah sama pemain yang peringkatnya di bawah saya?"
Susy juga tidak pernah merasa dirinya sebagai seorang yang selalu mampu mengalahkan lawannya. "Percaya atau tidak, saya selalu merasa menmang hanya ketika saya berada di podium. Begitu turun dari podium saya bukanlah juara dan selalu berisiko dikalahkan oleh siapa pun."
Dengan keprihatinan semakin sulitnya pemain tunggal putri Indonesia yang mampu masuk dalam jajaran elite dunia, Susy menyanggupi diri untuk sekadar membantu menemukan bibit pemain putri berbakat melalui ""Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2014."
"Saya kira memang sudah saatnya kita menemukan calon pemain yang akan siap untuk menempa diri menjadi pemain yang lengkap baik secara teknik, fisik mau pun mentalitas bertanding yang baik."

susy susanti akan tetap terus mengadakan astec terbuka

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Ketua Panitia Penyelenggara turnamen bulutangkis Astec Terbuka, Susy Susanti menyatakan komitmennya untuk mempertahankan turnamen tersebut sebagai salah satu usaha memassalkan bulutangkis.
"Mudah-mudahan di masa yang akan datang bisa masuk kalender BWF (Federasi Bulutangkis Dunia), karena dengan begitu pesertanya bisa semakin banyak dan mendunia," katanya saat menyaksikan final kelompok remaja, taruna dan dewasa turnamen tersebut di Hall Bulutangkis Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/11).
Ia mengatakan, dengan semakin banyaknya turnamen, diharapkan cabang bulutangkis semakin populer dan digemari masyarakat luas.
Susy menyampaikan kekhawatirannya bahwa cabang bulutangkis terancam dicoret dari Olimpiade 2016. "Harapannya kalau bulutangkis semakin dikembangkan, IOC (Komite Olimpiade Internasional) akan mempertimbangkan bahwa bulutangkis adalah cabang yang diminati," katanya.
"Biar bagaimana pun baru bulutangkis yang bisa menyumbang medali emas Olimpiade bagi Indonesia, jadi sayang kalau sampai tidak dipertandingkan lagi," ujar peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.
Soal Astec Terbuka yang sudah digelar sejak 2005, Susy mengaku puas karena meskipun waktu penyelenggaraan menjadi sembilan hari karena peserta yang membludak, turnamen berlangsung lancar.
Turnamen kali ini diikuti lebih dari 1.800 peserta yang hampir sepertiganya adalah anak-anak. "Itu bagus karena semuanya memang dimulai dari anak-anak," kata Susy.
Hal itu pula yang menyebabkan ia akan tetap mempertandingkan kelompok anak-anak setelah turnamennya masuk kalender BWF kelak. "Saya tidak mungkin meninggalkan anak-anak," katanya seraya menambahkan bahwa dari sana awal munculnya bibit-bibit pemain.(kpl/rif)

saya puas melihat penampilan 2 laskar cilik matthew jaya

saya puas melihat penampilan 2 laskar cilik matthew jaya

Luar biasa permainan yang ditampilkan oleh 2 laskar cilik matthew jaya di ajang flypower single badminton tournament 2015.

Kedua laskar cilik ini bermain sangat optimal , walaupun hanya dibabak 16 besar akan tetapi kedua pemain ini tampil diluar dugaan , mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit.

Sebut saja luis nikolas yang di event piala walikota tanggerang berhadapan dengan haixal kalah street set sedangkan pada saat di flypower niko kembali berhadapan dengan haixal , niko bermain dengan rubber set.

Dan untuk dhinda yang kami prediksi kalah , dkarenakan kalah segalanya dari putri ternyata dhinda mampu bermain dengan rubber set.

Hal ini cukup membuat kami puas akan penampilan anak anak kami , kedepannya pasti akan lebih baik dengan pola latihan yang konsisten pastinya akan berbuah hasil , biarlah waktu dan dukungan dari yang maha kuasa menyertai laskar laskar matthew jaya.

Jumat, April 10, 2015

kami realitas dan bukan pesimis

kami realitas dan bukan pesimis

Bulan depan adalah dimana event one vision cup digelar , list daftar pemain sudah harus masuk ke bidang pertandingan sekolah pelita harapan.

Coach yo yang menangani team Bina bangsa pik mengatakan kami memasang target masuk ke babak semifinal , dan tidak boleh pesimis.

Persiapan dan latihan kami terus kami tingkatkan dan memang ada pemain putri andalan kami sedang try out dan ada yang sakit yang belum kunjung sembuh , akan tetapi kami tetap optimis dengan pemain pemain yang lain.


Rabu, April 08, 2015

coach yo : "kami memang tak memasang target ,kami puas dengan penampilan anak anak"

coach yo : "kami memang tak memasang target , kami puas dengan penampilan anak anak"

Hari ini memasuki babak kedua di hari kedua , peserta peserta pun banyak yang memiliki kualitas baik apa lagi saat ini standarisasi sudah disejajarkan dengan program pelatnas cipayung.

Penampilan kedua atlet matthew jaya hari ii cukup baik dengan all out dan performa dengan maksimal maka dari itu saya sangat puas dengan penampilan mereka di ajang bergensi ini.

Jam terbang akan kami perhatikan dan pengalaman bertanding pun akan kami pantau tiap tiap anak agar mereka terjaga performanya dan kualitas permainannya baik untuk jangka pendek , menengah dan panjang.

Bukanlah hal yang mudah akan tetapi dimana kerja keras akan berbuah hasil dan pastinya juga akan menjadi indah pada waktunya semua melalui proses demi proses pelatihan dan lain lainnya.

Luis nikolas yang mampu bermain 3 game menghadapi haikal , cukup membuat team official yang diwakili oleh coach yo merasa puas dan bangga akan permainan luis nikolas peridi walaupun masih ada sisi kelemahan yang harus diperbaiki tapi overal sangat bagus.

Berbeda dengan win tj yang memiliki mental baja akan tetapi attitude dilapangan yang harus diperbaiki agar kedepannya lebih tertata untuk attitude dilapangan.

terima kasih untuk hasil yang luar biasa ini.

3 wakil matthew jaya lolos ke babak dua

3 wakil matthew jaya lolos ke babak 2

Pada hari ini pertandingan yang memperebutkan hadiah total Rp 226.000.000 (dua ratus dua puluh enam juta rupiah) telah dimulai.yang diikuti klub klub seluruh indonesia bahkan jepang , malaysia pun turut serta.





3 wakil matthew jaya yakni Win sebastian tjen , yudha dan luis nikolas peridi lolos ke babak dua di turnamen bergensi ini.

Hasilnya pun cukup memuaskan , akan tetapi kami belum menemukan lawan yang cukup baik di hari pertama ini.

Kami tidak mematok target , anak anak bermain bagus dan all out saja kami sudah sangat puas , karena jam terbang mereka masih panjang.

Event event bertaraf ini lah yang kami butuhkan , agar masyarakat makin cinta sama bulutangkis kita ini. ungkap coach yo saat mendampingi anak anak bertanding.