Jumat, Juli 31, 2015

risky sukses mengantarkan stie trisakti meraih banyak gelar

risky sukses mengantarkan stie trisakti meraih banyak gelar

Risky team manager stie trisakti mampu memberikan konstribusi yang luar biasa , pada dasarnya risky aktif sebagai pemain akan tetapi keputusan yang diambil risky patut diikuti oleh pengurus pengurus lainnya , dimana pada umumnya universitas ketua ukm juga masih aktif sebagai pemain akan tetapi risky menampilkan hal yang berbeda disini.

Selain aktif di ukm dan organisasi risky pun kerap kali aktif diberbagai komunitas sehingga risky mendapatkan banyak info mengenai pertandingan demi pertandingan , dimasa kepemimpinannya risky mampu meraih banyak gelar.

Seperti juara ganda campuran dpa jakarta barat pasangan yuwandi dan irene fadila mampu meraih gelar juara , lalu di one day badminton tournament stie trisakti mampu menembus babak 8 besar dan juara kembali dengan pasangan yuwandi dan winston sebagai juara pertama.

Diganda putri stie trisakti mampu meraih semifinalis dengan pasangan irene fadila dan karina bachtiar.

Sebagai team coach yohanes upi pun bangga anak didiknya mampu meraih banyak prestasi di tahun ini.


New chief coach for Singapore badminton

New chief coach for Singapore badminton
Chua Yong Joo. Photo: Low Wei Xin



SINGAPORE — Former national shuttler Chua Yong Joo (picture) has been appointed the new chief coach of the national badminton team, taking over from Liu Qingdong, who quit after 18 months on the job.
Chua is the fourth senior coaching staff that the Singapore Badminton Association (SBA) have hired in the last five years, following the tenures of Luan Ching (2010-2014), technical adviser Yoo Yong Sung, and Liu, who quit after the SEA Games to spend more time with his family.
Despite the upheaval in its coaching roster, the SBA is confident that Chua’s appointment will cause minimal disruption to the national team, which have already been hit by the retirements of a number of senior players.
Chua will juggle his duties as the new chief coach with his current role as director of team performance. SBA chief executive officer Ronnie Lim said yesterday that the former player — the SBA’s first-ever local-born chief coach — is a natural choice for the post.
“I think Yong Joo is more than ready to take on the job, as he has results to prove that … For us, it is about translating those results to more results to bring more medals for SBA,” said Lim.
Chua will have his work cut out for him. Two years ago, a string of poor competitive performances by the national shuttlers prompted an internal review that saw Luan and Yoo replaced by Liu.
Chua’s immediate task is to prepare the players for Olympic qualifications, as well as other major competitions. “I’ve been with the SBA for the last 14 years, so I’ve been understudying many coaches — both the Chinese and the Indonesians, as well as the local coaches,” he said. “I believe that with the experience I have, I will be able to lead our team to greater heights.” ADELENE WONG

sumber : todayonline.com

Rabu, Juli 29, 2015

Pekan Ini Tommy Di Peringkat 13 Dunia

Pekan Ini Tommy Di Peringkat 13 Dunia

 
Usai meraih gelar juara Russian Open Grand Prix 2015, peringkat Tommy Sugiarto diperkirakan mengalami kenaikan tiga tingkat dari peringkat 16 pada pekan sebelumnya menjadi peringkat 13 pada pekan ini.

Perkiraan peringkat Tommy hasil perhitungan @Mami, member forum diskusi Bulutangkis.com tersebut menunggu hasil resmi yang dikeluarkan Badminton World Federation (BWF) hari Kamis (30/Juli) besok.

Pada ajang kejuaraan TOTAL BWF World Championships 2015 yang akan berlangsung di Jakarta, 10-16 Agustus 2015 mendatang, Tommy bersama Dionysius Hayom Rumbaka menjadi andalan Indonesia untuk merebut gelar juara di nomor tunggal putra.

Tommy mengawali laganya dengan bertemu kembali dengan pebulutangkis Spanyol, Pablo Abian. Sebelumnya di Rusia Open GP pekan lalu, Tommy memetik kemenangan dua game langsung 21-17 dan 21-9. Sedangkan Hayom akan mengawali laganya menghadapi Kevin Cordon dari Guatemala. (*)


sumber : bulutangkis.com

kami hadir di groupon.com

kami hadir di groupon.com

[60% Off] Exercise Your Badminton Skill with Badminton Session Packages from Racket Badminton Academy

The Deal

Voucher seharga Rp. 89.000,- nett untuk Paket Veteran (25 tahun ke atas): Paket Dewasa 4 sesi + Coach + 50% Potongan Untuk Membership Fee
Harga normal: Rp. 225.000,-

Voucher seharga Rp. 99.000,- nett untuk Paket Golden Age (SMP - mahasiswa): Paket Dewasa 4 sesi + Coach + 50% Potongan Untuk Membership Fee
Harga normal: Rp. 250.000,-

Voucher seharga Rp. 109.000,- nett untuk Paket Anak-Anak (playgroup - SD): Paket Anak-anak 4 sesi + Coach + 50% Potongan Untuk Membership Fee
Harga normal: Rp. 275.000,-

Untuk Anda yang gemar olahraga badminton, Racket Badminton Academy hadir di Groupon dengan paket-paket untuk anak-anak dan orang dewasa. Ada 3 paket yang tersedia, masing-maing terdiri dari 4 sesi latihan bersama pelatih serta potongan harga 50% untuk biaya keanggotaan. Anda dapat menikmati sesi latihan bersama pelatih profesional di lapangan dengan kualitas memadai.


Konfirmasi pembayaran paling lambat 2 hari setelah pemesanan
Voucher berlaku 29 Juli 2015 s/d 26 Desember 2015
Tentang Racket Badminton Academy
Racket Badminton Academy (RBA) adalah salah satu club badminton yang ada di Jakarta yang telah meraih sejumlah prestasi. Racket Badminton Academy memiliki program pelatihan yang tidak hanya untuk para atlet saja, tetapi juga untuk orang - orang yang ingin berlatih. Pelatihannya dilaksanakan secara fun dan disesuaikan dengan member sehingga tidak hanya orang dewasa saja yang bisa berlatih, tetapi juga anak-anak yang memiliki ketertarikan dengan olahraga badminton.

RBA dibina oleh Alan Budikusuma dan Susy Susanti, peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 serta juara dunia. Di samping itu, Coach Yo bersertifikat nasional dan internasional dengan saudaranya, Yohanes Edy, peraih medali emas Taiwan World Champion bersama jajaran team pelatih profesional dan handal.

Selasa, Juli 28, 2015

Moral Campaign "Hormati Gurumu!"

Moral Campaign "Hormati Gurumu!"

 Guru adalah ujung tombak pendidikan, tanpa guru tidak akan ada peradaban, begitu pentingan seorang guru selayaknya mereka mendapat penghormatan. Tapi sayangnya saat ini guru tidak mendapat penghormatan, banyak siswa siswi yang memusuhi guru, melecehkan profesi guru, keadaan ini sungguh sangat memperihatikan. Berawal dari masalah itu, 1000_guru mengambil bagian melakukan kampanye Moral "Hormati Gurumu!", kami datang kesekolah sekolah Menengah Atas memberikan seminar motivasi, mengajak para siswa untuk menghormati guru mereka, mengembalikan rasa sayang antara Murid dan Guru, Guru dan Murid.

kegiatan 1000 guru

Bantuan untuk Guru Pedalaman Awad for Rural Teacher

Bantuan untuk Guru Pedalaman, 1000_guru berkomitmen untuk membantu kualitas pendidikan untuk anak-anak dipedalaman melalui beasiswa untuk guru-guru lokal yang berdedikasi tinggi namun hanya lulusan SMA dan Sederajat. Mereka adalah tombak perubahan yang akan mengentaskan kebodohan dan kemiskinan masyarakat pedalaman negeri melalui pendidikan. Rata-rata guru guru ini hanya bergaji rendah, akibatnya mereka tak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan keguruan. Dengan ijazah SMA dan Sederajat, maka kesejahteraan mereka pun tidak akan berubah, tetap menjadi guru honor.
Selain Besiswa berupa bantuan dana pendidikan Tinggi, 1000_guru juga terus konsisten mengangkat nasib para guru honor yang berdedikasi tinggi dan membantu mereka dengan alat transportasi dan tabungan masa depan. Dengan bantuan ini, akan menjawab kebutuhan guru tetap yang terus mengajar tanpa harus memikirkan kebutuhan hidup mereka yang sulit.

  1. Sefnat Tabun, Guru Pedalaman NTT, mengajar harus berjalan kaki lebih dari 28 km setiap hari. Melewati Jalanan yang buruk dan bertanah liat. 1000_guru membantu memberikan satu sepeda motor untuk Sefnat Tabun untuk mempermudah transportasi dalam mengajar. Beliau tak jalan kaki lagi.

  2. Asnat Bell, Guru Pedalaman NTT ini harus bekerja keras mengajar 7 jam Sehari, telah mengabdi 10 tahun di Sekolah Dasar Terpencil Pedalaman Nusa Tenggara Timur. Ia hanya di gaji Rp. 50,000 setiap bulan, gajinya ia terima setiap 3 bulan sekali. Lewat akun twitter @1000_guru, kisah Asnat Bell akhirnya di angkat oleh Kick Andy Show, dan beliau menerima bantuan Tabungan sebesar 50,000,000.

3. Pak Sukrani, Guru Honorer asal Serang Banten ini rela menghabiskan 2 jam perjalanan menuju tempat ia mengajar di Lebak Banten, dengan sepeda motor butut pinjaman, ia tetap setia dan semangat mengajar. Gajinya hanya Rp. 300,000, sedangkan ia harus menghabiskan bensinRp. 400,000 setiap bulan.  Jalan rusak dengan segala resiko bahaya di jalan tak membuat dia menyerah, kecintaaanya terhadap anak-anak membawanya dalam dedikasi mengajar denga hati. 1000_guru memberikan bantuan sepeda motor untuk pak Sukrani, kini beliau tak meminjam motor tetangganya lagi.

sumber : 1000guru